Penggerek Batang dan Tikus Serbu Pinrang, Petani Menjerit, Bupati Tinjau Sawah Terdampak Hama

Bupati Pinrang saat meninjau areal persawahan yang terdampak hama

PINRANG— Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, turun langsung meninjau lahan persawahan di Kelurahan Sipatokong, Kecamatan Watang Sawitto, yang terdampak serangan hama penggerek batang. Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi petani yang tengah menghadapi ancaman penurunan hasil panen.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat langsung kondisi tanaman padi yang rusak dan berdialog dengan petani setempat. Ia mengimbau agar petani tetap bersabar, seraya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan berusaha memberikan bantuan, khususnya benih untuk musim tanam berikutnya dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian,” ujar Bupati Irwan Hamid.

Berdasarkan laporan Instalasi Pengamatan Peramalan & Pengendalian OPT (IP3OPT) Wilayah V Pinrang, luas areal persawahan yang terserang hama mencapai 1.310 hektare, atau sekitar 2,6 persen dari total pertanaman lebih dari 51 ribu hektare. Serangan hama ini dipicu oleh keterlambatan masa tanam serta kondisi cuaca ekstrem.

Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) mencatat 232 hektare sawah di Pinrang diserang hama penggerek batang dan tikus. Rinciannya, 115 hektare di Kecamatan Cempa terdampak penggerek batang, sementara 117 hektare di Kecamatan Patampanua diserang hama tikus.

Kepala Distanhorti, Andi Sinapaty Rudi, menegaskan bahwa serangan massif ini terjadi karena sebagian petani tidak mengikuti jadwal tanam yang disarankan pemerintah. “Sudah disampaikan dalam rapat turun sawah, tapi masih ada petani yang menunggu. Padahal kalau tanam Januari, risikonya serangan hama,” jelasnya.

Serangan hama ini bukan hanya mengancam produktivitas pertanian, tetapi juga menimbulkan keresahan sosial di kalangan petani. Banyak di antara mereka khawatir gagal panen akan berimbas pada pendapatan keluarga, utang yang menumpuk, hingga harga beras lokal yang bisa melonjak. Kondisi ini menambah beban psikologis petani yang sebelumnya sudah menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan biaya produksi yang tinggi.

Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap langkah-langkah bantuan benih dan pendampingan teknis dapat membantu petani kembali bangkit, menjaga produktivitas pertanian, dan mengamankan ketahanan pangan di Bumi Lasinrang. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor agar pola tanam lebih disiplin dan risiko serangan hama bisa ditekan di musim tanam berikutnya. (*)

Pos terkait