KILASSULAWESI.COM, MAKASSAR– Tes massal COVID-19, sesuai instruksi Presiden RI Jokowi belum diberlakukan di Sulawesi Selatan. Tim penanganan COVID-19 mengaku masih kesulitan alat.
Kepala Bidang Kesehatan Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, belum memastikan untuk menggelar tes massal di daerah ini.
Alat tes masih menunggu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Sampai saat ini belum ada informasi. Belum ada rencana kesana,” kata Husni beberapa waktu lalu. Untuk rapid tes, kata Husni, tidak akan sulit jika alat sudah ada. Apalagi, sudah ada Balai Laboratorium Kesehatan yang ditunjuk sebagai laboratorium resmi pendeteksi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan. Tidak lagi seperti selama ini. Hasil tes menunggu hingga berhari-hari dari Jakarta.
Namun, untuk mereka yang akan menjadi peserta rapid test adalah yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan petugas kesehatan yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19. “Tapi kita masih menunggu dari kementerian. Termasuk nanti apakah gratis atau tidak, kita belum tahu mekanisme tersebut,” jelasnya, Senin 23 Maret, lalu.
Pemerintah sendiri sudah memesan alat tes dari China. 150 ribu test kit ini untuk mendeteksi pasien yang positif terjangkit virus corona. Adanya tes ini diharapkan bisa mendeteksi dini pasien corona dan sebagai langkah antisipasi pemerintah.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, screening test sudah dilakukan sejak Jumat 20 Maret, lalu. Tes massal dilakukan pada kelompok yang berisiko. Titik awal ditentukan dari pasien positif yang dirawat di R
rumah sakit. Keluarga pasien kemudian akan dites menggunakan test kit ini. Jika pasien melakukan aktivitas di luar rumah, seperti ke kantor, maka rekan kantornya pun diminta untuk melakukan tes ini.
Achmad mengatakan, pemerintah menyadari banyak masyarakat yang ingin sehat dan mengetes untuk tahu kena atau tidak penyakit tersebut. Jika memeiliki gejala, diharapkan masyarakat tidak panik. Namun dianjurkan untuk konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah menargetkan mendatangkan 1 juta test kit untuk memetakan penyebaran COVID-19.(*/ade)






