DMI Salurkan Alat Sanitasi ke Masjid

KILASSULAWESI.COM, PAREPARE — Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Parepare memberikan bantuan berupa cairan sanitasi pembersih bagi setiap masjid di kota Parepare. Hal ini bertujuan untuk mencegah wabah Covid-19 dari masjid. Ketua PD DMI Parepare, Abdul Safatiara mengatakan DMI mendapatkan bantuan cairan pembersih sebanyak 150 unit yang diperuntukkan untuk Masjid di Parepare. “Untuk Parepare DMI mendapatkan bantuan 150 unit dari pusat. Diidalamnya ada alat sanitasi khusus untuk Covid-19 dan pembersih dan pewangi lantai,” katanya

Lanjut Safatiara, unit sanitasi tersebut akan didistribusikan secara bertahap ke Masjid-masjid agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kata dia, unit sanitasi itu sangat ampuh untuk menangkal virus yang terjadi di rumah ibadah seperti masjid.

Bacaan Lainnya

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di posko terpadu gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Parepare dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare yang langsung menyerahkan secara simbolis bantuan yang diterima oleh empat perwakilan masjid dari setiap kecamatan

Sekda Parepare, Iwan Asa’ad mengaku mendukung penuh program bantuan DMI. Menurutnya, penularan Covid-19 dari masjid patut diwaspadai, mengingat ada dua jemaah masjid di Parepare yang telah tertular virus Corona. “Kami sangat mengapresiasi, program ini jangan berhenti,” katanya

Kata Iwan, penularan Covid-19 di masjid sudah terjadi seperti di Masjid Al Manar dan Masjid Al Kautsar. Dimana jemaah dari dua masjid tersebut positf terinfeksi virus Korona dari hasil swab. “Virus inikan bisa dibawa oleh orang tak bergejala (OTG) yang kelihatan sehat, lalu mereka masuk ke masjid dan menularkan kepada jemaah lainnya, kita tidak tahu,” ujarnya

Karena itu pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan shalat berjamaah di masjid selama masa pandemik Covid-19 ini berlangsung. Disebutkan dia, sebanyak 197 masjid di Parepare sebahagian besar telah menuruti imbauan pemerintah. “Ada 197 masjid yang dipantau tadi malam, sisa 10 yang masih melaksanakan fardhu berjamaah,” jelas Iwan.(wal)

Pos terkait