SIDRAP – Kekeringan mulai melanda sejumlah lahan pertanian di Desa Kanie, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Curah hujan yang minim membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga tanaman terancam gagal tumbuh.
Melihat kondisi tersebut, personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel turun langsung ke lapangan. Dengan menggunakan Armoured Water Cannon (AWC), mereka menyalurkan air ke area persawahan kelompok tani yang terdampak.
Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Dr. Ramli, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap masyarakat.
“Kami melihat kondisi petani yang membutuhkan pasokan air untuk lahan persawahan. Karena itu, kami berupaya hadir dan membantu dengan mendistribusikan air menggunakan mobil AWC,” ujarnya.
Ramli menambahkan, bantuan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air di lahan pertanian sekaligus meringankan beban petani.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu menjaga tanaman mereka. Brimob akan selalu berupaya hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Petani Sambut Baik Bantuan
Para petani menyambut positif aksi Brimob tersebut. Distribusi air dianggap sebagai penyelamat sementara agar tanaman tetap bertahan hingga pasokan air kembali normal.
Selain menjalankan tugas keamanan, Brimob menegaskan komitmennya untuk hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Ini bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat. Kehadiran Brimob harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” tutup Kompol Ramli.
Aksi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Brimob tidak hanya berfungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Di tengah ancaman kekeringan, kehadiran Brimob memberi harapan bagi petani Sidrap untuk tetap bertahan.






