SuperApp Polri: Sinyal Digital Masuk, Kepulauan Masih Menunggu Polisi Datang

Irjen Pol Johnny Eddizon Isir

PANGKEP–  Kepolisian Republik Indonesia (Polri) gencar mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah besar adalah memperkuat SuperApp Polri yang kini terhubung dengan layanan darurat 110 hingga tingkat Polsek.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa SuperApp dirancang untuk menggabungkan berbagai kebutuhan pelayanan kepolisian dalam satu platform. “Layanan 110 sudah terintegrasi sampai jajaran Polsek,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dengan skema ini, laporan masyarakat dapat lebih cepat diarahkan kepada unit yang berwenang, memangkas rantai koordinasi, dan memberi peluang respons lebih sigap di lapangan.

Johnny menambahkan, keberadaan SuperApp bukan hanya soal teknologi, tetapi juga membangun pola komunikasi dua arah. “Laporan masyarakat merupakan bagian dari kepedulian terhadap keamanan bersama. Karena itu, Polri mendorong jajarannya agar tidak hanya menerima laporan, tetapi juga memberikan tindak lanjut secara profesional,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Masyarakat Mandar Pangkep, Aco M. Parangrangi menyambut baik digitalisasi Polri, namun menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup. Menurutnya, wilayah kepulauan Pangkep menghadapi tantangan nyata, perjalanan antar pulau berjam-jam dengan perahu kayu, jaringan komunikasi sering putus, listrik tidak stabil, dan pos polisi yang minim.

“Ketika terjadi kasus darurat, warga harus menunggu lama sebelum aparat tiba. Padahal ancaman seperti ilegal fishing, penyelundupan barang, hingga peredaran narkoba bisa terjadi kapan saja,” ungkapnya.

Aco menekankan bahwa anak kepulauan memiliki modal sosial dan kultural yang kuat. “Jika diberi kesempatan menjadi polisi, mereka akan lebih sigap menjaga wilayahnya sendiri. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal keadilan sosial bagi masyarakat kepulauan yang selama ini merasa dianaktirikan,” tegasnya.

Digitalisasi Bertemu Realitas Kepulauan

SuperApp Polri dan layanan 110 memangkas jarak komunikasi antara masyarakat dan kepolisian. Namun di kepulauan terluar, keberhasilan sistem ini tetap bergantung pada kesiapan personel lokal dan sarana transportasi. Tanpa dukungan aparat yang memahami medan laut dan kultur masyarakat pulau, laporan digital bisa berhenti sebagai data tanpa tindak lanjut nyata.

Aspirasi pemuda kepulauan terluar Pangkep, dan penguatan SuperApp Polri menjadi fondasi sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Jika jalur khusus bagi anak kepulauan untuk menjadi polisi benar-benar dibuka, maka teknologi digital akan bertemu dengan kekuatan lokal.

Hasilnya bukan hanya pelayanan cepat, tetapi juga simbol keadilan sosial, kepulauan yang selama ini berada di pinggiran, kini berdiri di garis depan menjaga keamanan bangsa.

Pos terkait