Buronan Kasus Korupsi Rp 3 M Asal Kejari Teluk Bintuni Diamankan Tim Tabur di Makassar

Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi SH MH saat memberikan keterangan pers atas penangkapan buronan asal Kejari Teluk Bentuni

MAKASSAR, KILASSULAWESI– Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama tim tabur Kejati Sulsel, Senin, 26 Februari 2024, kembali mengamankan salah satu buronan asal Kejari Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Penangkapan dilaksanakan di Perumahan Dg Tata I Blok 3, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, sekitar pukul 11.30 Wita. Hal itu dijelaskan, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi SH MH dalam rilis resminya.

Bacaan Lainnya

“Tim Tabur Kejagung, Kejati Sulsel dan Papua Barat berhasil mengamankan buronan berinisial JBB (57) yang merupakan seorang kontraktor. JBB dijerat kasus dugaan perkara tindak pidana korupsi kegiatan pembangunan Pasar Rakyat di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni pada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Pemkab Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2018,” jelasnya.

JBB sebagai kontraktor terindikasi melaksanakan pekerjaan namun tidak selesai dikerjakan yang mengakibatkan mangkrak. Akibat perbuatan tersangka JBB, diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 3 miliar lebih berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Provinsi Papua Barat.

” Tersangka JBB sudah ditetapkan sebagai buronan Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni kurang lebih 1 tahun 3 bulan sesuai Surat Penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor : Print-277a/R.2.13/Fd.1/11/2022 tanggal 14 Nopember 2022,” tegasnya.

Sebelum berhasil mengamankan tersangka JBB, lanjut Soetarmi, terlebih dahulu dilakukan kegiatan surveilence selama 2 hari 2 malam untuk memastikan keberadaannya ditempat persembunyiannya.

Tersangka yang telah berhasil diamankan ini, selanjutnya akan diserahkan kepada Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Papua Barat guna diserahkan ke penyidik Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni untuk dilanjutkan proses penyidikannya, untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan guna mendapatkan kepastian hukum.

” Pasal yang disangkakan atas perbuatan tersangka JBB yaitu Pasal 2 Jo pasal 18 Undang-undang Nomor 20 tahun 2021 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”tutup Soetarmi.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *