JAKARTA — Pengamat kebijakan publik dari Spora Communication, Dr. Rizky Fajar Meirawan, menyampaikan apresiasi atas capaian panen raya padi tahun 2025 yang dinilai layak mendapat perhatian publik. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan kinerja konkret Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Saya kira memang wajar Mentan Amran mendapat tingkat kepuasan publik tertinggi. Beliau berhasil memenuhi kebutuhan pupuk yang naik 100 persen, memangkas birokrasi yang berbelit, dan menjaga produktivitas pangan nasional di tengah tantangan El Nino,”ujar Rizky.
Ia juga menyoroti langkah cepat Kementerian Pertanian dalam mengimplementasikan program pompanisasi dan pipanisasi untuk mengatasi kekeringan sebagai kunci keberhasilan peningkatan produksi. Rizky optimis bahwa tren positif ini dapat membawa Indonesia menuju swasembada pangan dalam waktu dekat.
Keberhasilan Mentan Amran semakin mendapat sorotan setelah suksesnya panen raya serentak di 14 provinsi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang turut hadir dalam panen raya tersebut, memberikan apresiasi khusus kepada Mentan Amran atas dedikasi dan kerja kerasnya.
“Menteri Pertanian kerja sangat keras. Tiap kali saya cari beliau, selalu ada di sawah, ada di daerah. Satu hari di Kalimantan Barat, besoknya di Merauke, lalu di Lampung. Dan Alhamdulillah, sekarang kita lihat hasilnya,”ujar Presiden Prabowo.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras nasional periode Januari–Maret mencapai 62,00 persen. Proyeksi hingga Januari–Mei menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 16,62 juta ton, naik 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total produksi gabah kering panen (GKG) juga meningkat menjadi 28,85 juta ton, mencerminkan pemulihan signifikan di sektor pertanian.
Mentan Amran menjelaskan bahwa lonjakan produksi ini merupakan hasil dari kebijakan strategis seperti percepatan tanam, distribusi pupuk dan benih unggul, modernisasi pertanian, revitalisasi irigasi, hingga pengendalian impor pangan. Ia juga menambahkan bahwa serapan gabah oleh Bulog naik drastis hingga 2.000 persen, dari 35.000 ton menjadi 800.000 ton tertinggi sejak tahun 2015.
Kebijakan penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram dinilai sebagai insentif penting yang memperkuat daya beli petani dan semangat mereka di tengah tantangan perubahan iklim global.
Dampak kerja nyata Mentan Amran juga terlihat dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menempatkannya sebagai menteri dengan tingkat kepuasan publik tertinggi, yakni sebesar 89,4 persen. Survei ini mencerminkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap kebijakan dan program kerja Mentan Amran yang dirasakan langsung oleh publik.(*)






