Studi Tiru ke Madiun, Pemkot Parepare Pelajari Inovasi Pariwisata di Tengah Tantangan Anggaran

Wali Kota Madiun dan Parepare berbincang serius dalam kunjungan studi tiru Pemkot Parepare

MADIUN – Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Parepare tetap menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dalam pengembangan daerah. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Wakil Wali Kota Hermanto dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), melakukan kunjungan kerja ke Kota Madiun, Jawa Timur, pada Senin, 5 Mei 2025, guna mempelajari strategi pengembangan pariwisata dan budaya berbasis potensi lokal.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Madiun, Dr. Maidi, yang berbagi pengalaman bagaimana Madiun berhasil mengoptimalkan ruang publik dan potensi ekonomi daerah dengan pendekatan kreatif dan efisien.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, rombongan Parepare mengunjungi beberapa fasilitas unggulan, termasuk Taman Sumber Umis sebagai ruang terbuka hijau edukatif, Lapak UMKM Bumi Semendung yang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, serta Pondok Lansia dan Kebun Buah Ngrowo Bening Edupark yang mengintegrasikan wisata dan pemberdayaan komunitas.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mengungkapkan bahwa studi tiru ini merupakan bagian dari strategi untuk mengadaptasi konsep pembangunan berkelanjutan tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

“Kami melihat bagaimana Kota Madiun mampu mengembangkan berbagai sektor dengan pendekatan yang efisien, kreatif, dan berbasis masyarakat. Ini bisa menjadi referensi bagi kami untuk memperkuat potensi lokal Parepare, tanpa harus bergantung pada belanja daerah yang besar,”ujar Tasming.

Namun, di tengah optimisme ini, publik Parepare tetap berharap agar langkah studi tiru ini benar-benar memberikan dampak nyata dan tidak hanya sekadar perjalanan seremonial yang menghabiskan anggaran tanpa hasil konkret. Efisiensi tetap menjadi perhatian, terutama dalam memastikan bahwa hasil kunjungan ini bisa langsung diterapkan dalam kebijakan dan program pembangunan kota.

Wali Kota Tasming Hamid sendiri menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membawa pulang gagasan-gagasan yang relevan untuk diterapkan di Parepare. Ia menekankan pentingnya inovasi tanpa pemborosan, mengingat tantangan pengelolaan fiskal yang semakin ketat.

“Kami ingin menjadikan kunjungan ini sebagai pijakan bagi pembangunan Parepare yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. Apa yang kami pelajari di sini harus bisa diterjemahkan ke dalam aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Studi tiru ke Kota Madiun ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi Parepare dalam merancang strategi pembangunan yang tidak hanya inovatif tetapi juga tetap selaras dengan kebutuhan efisiensi anggaran daerah. Ke depannya, publik tentu akan menanti sejauh mana hasil kunjungan ini mampu membawa perubahan nyata bagi kota berjuluk “Kota Cinta” tersebut.(*)

Pos terkait