Prof. Surianto: Dari Parepare, Takraw Indonesia Menatap Dunia

Ketua Umum PB PSTI, Prof. Dr. H. Surianto AM

PAREPARE — Kota Parepare kembali mencatat sejarah sebagai episentrum olahraga nasional. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, bersama rombongan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan tim Chef de Mission (CdM), turun langsung meninjau Pelatnas Sepak Takraw di Kota kelahiran BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan.

Kunjungan ini dihadiri jajaran penting, di antaranya Harry Warganegara, Lexyndo Hakim (Sekretaris), Anggy Pasaribu (Deputy III), Emir (Deputy IV), Naif Muhammad, Huibert Vincentius Rainer, Reza, Seane, Rahmat, dan Sophia Benedicta Hage, serta tim pendukung Wamen.

Bacaan Lainnya

Di tengah kunjungan, Ketua Umum PB PSTI, Prof. Dr. H. Surianto AM, menegaskan bahwa pelatnas di Parepare bukan hanya soal persiapan atlet menuju Asian Games 2026 Aichi–Nagoya, tetapi juga bagian dari strategi memperkenalkan Parepare ke panggung nasional dan internasional.

“Kami ingin Parepare dikenal bukan hanya sebagai kota kelahiran saya, tetapi juga sebagai kota olahraga yang mampu melahirkan prestasi dunia. Pelatnas ini adalah etalase Parepare untuk Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Komite Eksekutif Antonius Adi Wirawan mewakili NOC Indonesia yang menilai fasilitas latihan di Parepare sudah sangat baik. Ia salut kepada PB PSTI yang mampu melaksanakan pelatnas secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. “Justru dipusatkan di Parepare merupakan pilihan tepat, karena setiap cabang olahraga menyesuaikan fasilitas dan kebutuhan masing-masing,” katanya.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menambahkan bahwa kepercayaan menjadikan Parepare sebagai tuan rumah pelatnas adalah kebanggaan sekaligus motivasi. “Kami akan terus mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional. Semoga atlet takraw dapat mengharumkan nama Indonesia di Asian Games 2026,” ujarnya.

Berdasarkan Surat PB PSTI Nomor 0168/KU/PB.PSTI/VII/2026, pelatnas berlangsung 13 Juli–15 September 2026, melibatkan 20 atlet dengan rincian 11 putra dan 9 putri dari berbagai daerah, didampingi lima pelatih. Mereka ditempa untuk mengisi posisi tekong, feeder, spiker, dan umpan, sebagai bagian dari strategi menuju target medali.

Kunjungan CdM Todotua Pasaribu bersama PB PSTI memastikan seluruh program pelatnas berjalan optimal mulai dari kesiapan atlet, pelatih, fasilitas, hingga akomodasi. Dengan dukungan lintas sektor, Parepare kini bukan sekadar tuan rumah, tetapi ikon olahraga Indonesia yang siap diperkenalkan ke dunia. (*)

 

 

 

Pos terkait