PAREPARE — Dukungan terhadap cabang olahraga Sepak Takraw terus mengalir. Perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Antonius Adi Wirawan menegaskan bahwa pelaksanaan Pelatnas Takraw di Kota Parepare patut diapresiasi.
Menurutnya, fasilitas latihan dan kondisi para atlet sudah berada pada level yang layak untuk persiapan menuju Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang.
“Kalau saya melihat, fasilitas di sini sudah sangat baik dibanding beberapa cabang olahraga lainnya. Saya salut kepada PB PSTI yang mampu melaksanakan pelatnas secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. Justru dipusatkan di Parepare merupakan pilihan yang tepat,” ujar Komite Eksekutif Antonius Adi Wirawan mewakili NOC Indonesia, Rabu 29 Juli 2026, ditegah pemantauan pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cabang olahraga sepak takraw di GOR Mandiri Lompoe, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.
Ia menambahkan, sekitar 35 cabang olahraga akan memperkuat Indonesia pada Asian Games mendatang, dengan target prestasi lebih tinggi dibanding edisi sebelumnya.
Adi optimistis sepak takraw memiliki peluang besar menyumbangkan medali karena sistem pembinaan atlet telah berjalan berjenjang, mulai dari liga regional hingga liga nasional.
“Kami ingin memastikan persiapan kalian benar-benar matang, karena kami berharap wajah-wajah di sini adalah wajah para peraih emas dan perak untuk Indonesia,” tegasnya memberi motivasi.
Sementara itu, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Parepare sebagai lokasi pelatnas. “Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional. Semoga seluruh atlet dapat memanfaatkan pelatnas ini dengan maksimal dan mengharumkan nama Indonesia di Asian Games 2026,” katanya.
Berdasarkan Surat PB PSTI Nomor 0168/KU/PB.PSTI/VII/2026, pelatnas berlangsung 13 Juli–15 September 2026 dengan melibatkan 20 atlet (11 putra dan 9 putri) serta lima pelatih.
Komposisi atlet berasal dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Gorontalo, Jawa Timur, Sumatera Barat, Riau, dan DKI Jakarta. Mereka mengisi posisi tekong, feeder, spiker, dan umpan sebagai bagian dari strategi menuju target medali.
Kunjungan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, bersama Ketua Umum PB PSTI, Prof. Dr. H. Surianto, menjadi bukti komitmen untuk memastikan seluruh program pelatnas berjalan optimal mulai dari kesiapan atlet, pelatih, fasilitas, hingga dukungan akomodasi sebelum keberangkatan ke Jepang.






