PAREPARE — Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menjadikan Parepare sebagai kota perdagangan sekaligus magnet investasi baru. Dalam kunjungan sebagai Ketua Chef de Mission (CDM) untuk memantau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sepak Takraw di GOR Kota Parepare. Ia mengaku langsung berdialog dengan Wali Kota Parepare mengenai realisasi investasi di daerah. “Saya tadi langsung bicara dengan Pak Wali Kota, saya tanya apa di sini yang tumbuh. Pak Wali bilang Parepare adalah kota perdagangan, dan saya langsung bilang ayo dong buka kawasan,” ujar Todotua, Rabu, 29 Juli 2026.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid yang didampingi Ketua Umum PB PSTI H Surianto menyampaikan bahwa rencana pembukaan kawasan industri masih terkendala masalah sertifikat lahan. Menanggapi hal itu, Todotua segera menghubungi Dirjen Tata Ruang ATR/BPN untuk memberi atensi khusus agar proses sertifikasi bisa dipercepat.
“Kalau sertifikat segera keluar, maka kita bisa segera buka Kawasan Industri Parepare Sulawesi (KIPAS). Strategi membuka kawasan ini penting agar perdagangan dan investasi bisa termonitoring dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi Parepare ikut terdongkrak,” jelasnya.
Todotua menekankan bahwa kawasan industri akan menjadi motor penggerak perdagangan sekaligus memperkuat posisi Parepare sebagai simpul ekonomi di Sulawesi Selatan. Harapannya, langkah ini memberi dampak langsung terhadap peningkatan investasi dan kesejahteraan masyarakat kota.
Terpisah, Tasming Hamid menuturkan bahwa KIPAS adalah impian masyarakat Parepare sudah bertahun-tahun. Mudah-mudahan ini menjadi langkah pembuka untuk ke depan. “Moga segera terealisasikan,” singkatnya.
Program tersebut yang mulai dirintis di era kepemimpinan almarhum Moh Zain Katoe, merupakan kawasan yang diproyeksikan akan menjadi pusat pengembangan industri dan pergudangan di Kota Parepare dan sekitarnya.
Secara berkesinambungan, proyek ini juga telah ditindaklanjuti di era kepemimpinan Taufan Pawe dengan melakukan pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur penunjang di KIPAS.
Kehadiran Wamen di Parepare juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat serius mengawal percepatan hilirisasi di daerah. Dengan dukungan regulasi dan percepatan sertifikasi lahan, Parepare berpeluang menjadi hub perdagangan dan industri baru di kawasan timur Indonesia.
Selain membuka lapangan kerja, kawasan industri KIPAS diharapkan mampu menarik investor strategis, memperkuat rantai pasok, dan menjadikan Parepare sebagai kota yang tidak hanya dikenal sebagai jalur perdagangan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi modern.






