PAREPARE — Kota Parepare kembali menjadi pusat perhatian olahraga nasional. Ketua Chef de Mission (CDM) Asian Games 2026 yang juga Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, hadir di GOR Parepare untuk meninjau langsung Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sepak Takraw.
Dalam sambutannya, Todotua menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan kesiapan atlet menghadapi Asian Games ke‑20 Aichi–Nagoya, Jepang.
“Kami ini adalah perpanjangan tangan KOI. Tugas kami memastikan adik-adik atlet, pelatih, dan official tim mulai dari keberangkatan, selama berada di Nagoya, hingga kembali ke tanah air berjalan lancar. Karena itu kami datang langsung ke cabang olahraga, berinteraksi, dan mengecek kesiapan agar atlet bisa fokus bertarung dengan baik,” ujar Todotua, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menekankan agar para atlet fokus pada fisik dan pelatihan, sementara aspek non-teknis seperti logistik dan keberangkatan akan ditangani oleh CDM. Todotua juga menyampaikan harapan agar cabang olahraga takraw mampu menyumbang medali bagi Indonesia.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua Umum PB PSTI Prof. H. Surianto, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Ketua DPRD, Ketua KONI, serta jajaran pemerintah kota. Dalam sambutannya, Wali Kota Tasming Hamid menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan menjadikan Parepare sebagai tuan rumah Pelatnas. “Parepare bersyukur atas kepercayaan ini. Pemerintah kota mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan,” ujar Tasming.
Sebanyak 23 atlet dan pelatih resmi dipanggil mengikuti Pelatnas Sepak Takraw di Kota Parepare sebagai persiapan menuju Asian Games 2026. Keputusan ini menegaskan Parepare sebagai pusat pelatihan nasional cabang olahraga takraw, sekaligus memperkuat posisinya sebagai magnet olahraga di Sulawesi Selatan.
Kehadiran Wamen Todotua Pasaribu juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap cabang olahraga tradisional yang kerap dipandang sebelah mata. Momentum ini sekaligus memperlihatkan Parepare sebagai laboratorium pembinaan olahraga nasional, di mana sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan federasi olahraga berjalan beriringan.






