PANGKEP– Reputasi dunia pendidikan Kabupaten Pangkep kembali diguncang oleh dugaan tindakan tak senonoh yang menyeret nama oknum Kepala Sekolah SMPN 1 Mandalle, berinisial Amr. Ia diduga melakukan pelecehan melalui pesan daring berkonten vulgar kepada staf perempuan yang telah bersuami.
Informasi ini disampaikan langsung oleh suami korban saat ditemui di salah satu warkop di Pangkep, beberapa waktu lalu. Ia menuturkan bahwa dugaan perilaku menyimpang dari sang kepala sekolah bukan kali pertama terdengar di lingkungan sekolah. “Sudah lama perilaku Amr jadi bisik-bisik di kalangan guru. Tapi kali ini saya sendiri yang menemukan bukti nyata,” ujar sang suami.
Puncak pengungkapan terjadi pada Ahad, 4 Mei 2025 dimana secara tidak sengaja. Saat istrinya tengah mencuci pakaian, suami korban membuka aplikasi WhatsApp dan menemukan percakapan vulgar antara sang istri dan Amr.
Tidak terima, ia meminta istrinya menghubungi Amr. Yang bersangkutan tanpa curiga mendatangi kediaman korban, hingga terjadi konfrontasi yang nyaris memicu kekerasan. “Saya minta pelaku segera ditindak. Kalau tidak, saya khawatir emosi saya meledak. Dunia pendidikan tidak layak dinodai oleh sosok seperti itu,” tegasnya dengan nada geram.
Saat dihubungi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep mengarahkan agar konfirmasi disampaikan ke Bidang SMP. Namun hingga kini, belum ada tindakan konkret yang diumumkan publik.
Masyarakat berharap Disdikbud Pangkep segera mengambil langkah tegas untuk menuntaskan persoalan ini, demi menjaga integritas institusi pendidikan dan memberi kepastian hukum serta keadilan bagi pihak yang dirugikan.(*)





