PAREPARE — Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya dalam memperkuat penanganan sanitasi sebagai isu strategis yang menyentuh langsung kualitas hidup masyarakat. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan bahwa dibutuhkan kolaborasi lintas sektoral dan kerja sama yang lebih efektif untuk menjawab tantangan sanitasi secara komprehensif.
Pernyataan tersebut disampaikan Tasming saat menerima audiensi Tim Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kementerian PUPR Sulawesi Selatan bersama Kelompok Kerja Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kota Parepare, di ruang rapat utama Kantor Wali Kota, Selasa (12/8/2025). Audiensi ini merupakan bagian dari tahapan Coaching Clinic II dalam rangka Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
“Masalah sanitasi menjadi atensi serius Pemerintah Kota. Camat dan Lurah harus lebih masif mengedukasi masyarakat, dan sarana prasarana juga harus ditingkatkan,” tegas Tasming Hamid.
Ia menekankan pentingnya gerakan yang tepat, efektif, dan efisien dalam penanganan sanitasi, mengingat dampaknya yang luas terhadap kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan warga.
Fasilitator PPSP Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rista Tanrasula, mengapresiasi langkah strategis Pemkot Parepare yang telah menyusun dokumen sektoral sanitasi sejak 2024 untuk periode lima tahun ke depan. Menurutnya, dokumen tersebut menjadi fondasi penting dalam mengimplementasikan SSK secara terarah.
“PPSP mendampingi Pemkot dalam mengoptimalkan dokumen SSK. Ada paket kebijakan Wali Kota untuk strategi jangka pendek, dan Pokja PKP menyusun skenario kegiatan yang paling efektif dan efisien,” ujar Andi Rista.
Ia menambahkan, Parepare memiliki peluang besar untuk menjadi model penanganan sanitasi daerah yang terintegrasi, asalkan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu visi dan aksi nyata.(*)






