Di Fasilitasi Dewan,Polemik Lahan Andornemen di Koppe Selangkah Lagi Clear

POLMAN,— Polemik kepemilikan lahan Andornemen yang terletak di lingkungan Koppe Kelurahan Darma Kecamatan Polewali kini memasuki babak akhir. Setelah melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, penyelesaian sengketa lahan tersebut dikabarkan tinggal selangkah lagi untuk dinyatakan clear.

Polemik ini bermula dari perbedaan klaim kepemilikan antara warga dan pihak terkait serta kepemilikan sertifikat yang tidak sesuai titik dan sama-sama merasa memiliki hak atas lahan Andornemen.

Bacaan Lainnya

Sengketa tersebut sempat menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat dan menghambat rencana pemanfaatan lahan.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, proses mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah, DPRD kini menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah pertemuan telah digelar untuk mencari titik temu, baik melalui penelusuran dokumen kepemilikan maupun pendekatan musyawarah.

Di pertemuan terakhir yang difasilitasi oleh DPRD melalui sidang terbuka langsung ditengah masyarakat dilaksanakan di lingkungan Koppe Sabtu 27 Desember 2025.Dalam pertemuan itu 106 warga yang memiliki hak atas tanah tersebut dikumpulkan untuk mencocokkan dokumen pemerintah dengan dokumen masyarakat,pertemuan itu dihadiri oleh ketua komisi 1 DPRD Polman Rahmadi Anwar, Wakil ketua DPRD Polman Amirudin, serta beberapa anggota dewan, selain itu hadir pula Asisten I Pemkab Polman Dr.Agusniah Hasan Sulur,Camat Polewali,Masrullah, Lurah Darma Hj,Surianti Pihak BPN dan kepala lingkungan.

Pihak pemerintah daerah melalui Asisten I menyatakan bahwa sebagian besar persoalan administratif telah diselesaikan. Saat ini, tinggal menunggu penyelesaian akhir berupa penetapan resmi dan kesepakatan tertulis dari seluruh pihak yang terlibat.

Kepala Lingkungan Koppe Asnawi menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap polemik ini segera berakhir.Ia menilai penyelesaian sengketa lahan secara damai akan membawa dampak positif bagi stabilitas dan pembangunan wilayah.

Apabila proses akhir berjalan sesuai rencana, lahan Andornemen di Koppe diharapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan tidak lagi menjadi sumber konflik di kemudian hari.

Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar (Polman) Amirudin menyatakan polemik lahan Andornemen di Koppe dengan optimistis. Ia menilai bahwa penyelesaian sengketa tersebut menunjukkan komitmen semua pihak dalam mengedepankan dialog dan solusi damai.

“DPRD Polman mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dan pihak terkait.

Kami berharap proses ini benar-benar diselesaikan secara transparan dan sesuai aturan hukum agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan masyarakat. Menurutnya, lahan Andornemen seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama dan mendukung pembangunan daerah setelah status hukumnya dinyatakan jelas.

“Yang terpenting adalah kepastian hukum dan keadilan bagi semua pihak.Jika sudah clear, kami mendorong agar pemanfaatan lahan dilakukan secara bijak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Koppe,” tambahnya.

Sementara itu Lurah Darma Hj,Surianti menyatakan bahwa Persoalan polemik lahan sudah menemukan titik temu, untuk itu pihak nya mendorong agar masyarakat disiplin dan patuh terhadap aturan yang ada dan segera mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan pemerintah untuk proses lebih lanjut,Ia pun menegaskan untuk proses pembaruan sertifikat akan diusulkan lebih cepat ke pertanahan jika masyarakat kooperatif dan disiplin,”Kalau cepat diterima dokumennya warga maka proses nya juga akan cepat”, Tegas Lurah Darma.(*)

Pos terkait