Berkumpul di Hotel Amasi, Tim AST-Aris Finalisasi Data

PAREPOS. CO. ID, MAJENE–Tim pemenangan paslon dua Andi Achmad Syukri Tammalele-Arismunandar Kalma (AST-Aris) kembali berkumpul di Hotel Amasi Barane Majene, Rabu 18 November 2020.

Menurut Ketua tim relawan AST-Aris, Anwar Lazim mengatakan tujuan daripada pertemuan itu yang turut menghadirkan para ketua tim relawan, tim keluarga, ketua tim koalisi, ketua tim Sahabat AST serta para Korcam , Kordes dan Korkel, bersama dengan Sekretarisnya dalam rangka untuk membahas finalisasi data.

Bacaan Lainnya

Selain agenda itu, juga untuk persiapan pembentukan tim saksi disetiap TPS. Pada rapat tersebut Anwar Lazim, mengapresiasi seluruh tim yang ada terutama tim dari kecamatan. Sebab, laporan yang ada sudah rampung dan semoga data itu benar serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Artinya, bahwa apa yang telah dilakukan di lapangan selama ini terbukti hasilnya sudah ada tinggal harus dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Sedangkan ketua tim koalisi kerja AST-Aris, Basri Mallilingan menjelaskan bahwa apa yang menjadi masalah di lapangan harus tetap divalidasi dengan baik. Sehingga tidak ada lagi muncul persoalan antara sesama tim yang ada. Karenanya diharapkan semua tim baik koalisi, relawan dan sahabat harus deal datanya dan jika perlu bersihkan data yang menjadi persoalan.

Anggota dewan Majene dari PD itu menambahkan untuk perekrutan saksi harus yang mampu dan memenuhi syarat serta bisa berargumentasi nantinya jika ada sesuatu hal yang terjadi di lapangan tempat saksi bertugas. Sebab, saksi memiliki peran penting untuk mencapai keberhasilan..

Sementara Ketua devisi strategi pemenangan dan saksi AST-Aris, M. Idwar mengatakan berdasarkan data yang sudah diterima dari delapan kecamatan yang ada sudah melampaui dari target yang dipatok sebelumnya yaitu 80.000 suara pemilih.

“Target itu sudah melebihi data yang masuk dari terget 80.000 kini menjadi sekitar 83. 243 suara. Sementara DPT resmi dari KPU Majene sebanyak 115.091 suara,” bebernya.

Karena itu, lanjutnya jika melihat dan mencermati data tersebut perlu dilajukan klarifikasi ulang agar data itu benar valid dan akurat. Sebab, apalah artinya data banyak tetapi tidak akurat. Artinya kata dia, jangan hanya kuantitas data yang digenjot tetapi yang terpenting adalah kualitas data yang lebih utama.(edy/B)

Pos terkait