PANGKEP – Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Muhammad Yusran Lalogau menegaskan kembali pentingnya inovasi di tingkat desa dan kelurahan sebagai motor utama kemajuan daerah. Ia berharap para kepala desa dan lurah mampu melahirkan program kreatif yang menjadi contoh nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, desa tidak boleh hanya dipandang sebagai ruang administratif, melainkan harus menjadi pusat pembelajaran bagi warganya. Salah satu konsep yang didorong adalah pertanian terpadu menggabungkan tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan yang dikelola secara profesional.
– Pertanian terpadu diyakini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan ekosistem belajar berkelanjutan.
– Warga dapat melihat, mencoba, hingga mengembangkan pengetahuan pertanian modern langsung dari lingkungan mereka sendiri.
Bupati Pangkep dua periode itu mengusulkan pembangunan laboratorium desa di tengah area perkebunan. Laboratorium ini menjadi wadah riset kecil dan praktik lapangan bagi petani, mulai dari uji tanah, perawatan tanaman, hingga pengembangan bibit unggul.
– Laboratorium akan dilengkapi kebun percontohan dengan beragam tanaman sayur.
– Warga bisa belajar teknik budidaya, sistem irigasi, hingga penggunaan pupuk ramah lingkungan.
Konsep terpadu juga menghadirkan kolam ikan sebagai bagian dari sistem yang saling menguntungkan. Air kolam dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, sementara pakan alami dikelola untuk mendukung budidaya ikan.
Selain itu, desa diharapkan mengembangkan peternakan skala kecil ramah lingkungan sebagai sumber pangan baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk menunjang kegiatan pembelajaran, kata alumni pertanian UNHAS itu menyarankan pembangunan gasebo atau balai pertemuan di area pertanian terpadu.
Tempat ini berfungsi sebagai pusat diskusi, pelatihan, dan berbagi ilmu antarpetani. Ketua NasDem Pangkep itu pun optimistis, jika desa dan kelurahan mampu mewujudkan inovasi ini, maka Pangkep akan menjadi daerah percontohan dalam pengembangan pertanian modern.
Ia mengajak seluruh aparat desa dan kelurahan untuk bergerak cepat, bekerja kreatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani.(*)






