Sejam Hujan, Warga Majene Sambut Gembira dan Bersyukur

KILASSULAWESI.COM,MAJENE—Setelah berbulan-bulan Kabupaten Majene dilanda kemarau yang membuat warga Majene mengalami kesulitan air bersih, kini hujan sudah mulai turun. Warga Majene pun langsung menyambutnya dengan rasa gembira dan bersyukur.

“Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih, kemarau panjang berakhir ditandai gemuruh guntur di perbukitan Passarang. Gerimis sekepal krikil menandai derasnya hujan malam ini,”kata Warga Passarang Majene, Alam saat hujan mulai turun.

Hal yang sama dikatakan Imran, warga Kelurahan Lembang Majene. Dia mengucapkan walaupun hanya satu jam turun hujan, namun setidaknya sudah membuat suasana berubah dari panas menjadi suasana jadi dingin. “Semoga hujan terus turun sehingga air bersih juga sudah tidak sulit diperoleh,”pintahnya.

Seperti diketahui hujan perdana turun di Majene di saat musim kemarau panjang melanda Majene. Akan tetapi, air bersih dari langit itu dan terjadi pada Sabtu, 12 Oktober 2019 sekitar pukul 22.15 wita malam. Dan berakhir sekitar puluk 23.30 wita atau berkisar satu jam lamanya.

Ketika hujan turun, terlihat cukup deras dan membuat sejumlah ruas jalan dalam kota sempat tergenang air. Demikian juga draenase ada sempat meluap karena tumpukan sampah yang terdapat di saluran itu. Namun, sebelum ya, sudah banyak yang prediksi hujan akan turun. Sebab, pada sore hari sudah ada tanda-tanda kalau hujan akan turun lantaran kilat dan petir sering terdengar dan terlihat.

Begitu juga dengan gumpalan awan tebal dan gelap di langit pertanda hujan akan segera turun. Akhirnya terbukti betul hujan turun cukup deras membuat tanaman nampak segar, termasuk tanaman hias sepanjang trotoar. Selain itu, sejumlah ruas jalan yang selama ini bertebaran debu seketika menjadi basah bahkan sebagian masih tergenang air disertai dengan sisa sampah tersebut. (edy/ade)

Pos terkait