PAREPOS. CO. ID, MAJENE– Usai melakukan ziarah ke makam korban pembantaian 40.000 jiwa di Tugu Peringatan Korban 40.000 jiwa di Desa Galung Lombok, perbatasan Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman. Pemkab Majene kembali melakukan kegiatan seminar kebangsaan.
Data dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Majene melalui Kasubag Protokol Sufyan Ilbas menyebutkan, seminar kebangsaan itu berlangsung di ruang pola kantor bupati Majene, Sabtu 1 Februari 2020. Seminar dihadiri Bupati Majene, Fahmi Massiara, Wakil Bupati Majene, Lukman, Ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado, Kapolres Majene, Dandim 1401 Majene serta para pimpinan OPD beserta staf lingkup pemkab Majene dan undangan lainnya, termasuk peserta seminar dari kalangan guru sejarah se-Kabupaten Majene.
Dalam seminar kebangsaan tersebut,
bertujuan untuk mengupas tuntas perihal pembantaian di Galung Lombok Kabupaten Polman. Sehingga, seminar tersebut menghadirkan sejumlah pemateri seperti Batara R. Hutagalung, Dr. Suradi Mappangara. Selain itu hadir pula perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri RI, yaitu Kasubdit Fasilitasi Ketahanan Pangan dan Kesenjangan Ekonomi, Aulia Zuhdi, S. Pd, MAP serta Analisi Ketahanan Pangan pada Seksi Ketahanan Pangan Subdit Fasilitasi Ketahanan Pangan dan Kesenjangan Ekonomi, Henry, S. Sos, MM.
Sedangkan perwakilan dari Kementerian Sosial RI adalah Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial, Drs Bambang Sugeng MM. Seminar kebangsaan tersebit penting diadakan untuk mengenang Peristiwa Pembantaian warga Sipil oleh Tentara Belanda pada tanggal 1 Februari 1947 lalu di Galung Lombok. (edy)






