KILASSULAWESI.COM, PAREPARE – World Hijab Day (WHD) atau Hari Hijab Sedunia diperingati di 140 negara sejak 1 Februari 2013 hingga hari ini, Sabtu, 1 Februari 2020. WHD tersebut pertama kalinya diinisiasi Nazma Khan, perempuan muslim asal New York.
Seperti yang dilansir The Independent, Nazma dikucilkan sejak masa sekolah karena mengenakan hijab. Karena itu, ia terpicu memulai gerakan WHD tersebut di Amerika Serikat. WHD merupakan gerakan kesadaran akan hak perempuan muslim untuk mengenakan hijab.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kota Parepare, Rostina Rahman mengapresiasi gerakan tersebut.
Menurutnya, sebagai muslim, sepatutnya pihaknya mendukung gerakan tersebut. “Kami menghargai acara WHD sebagai sebuah perintah agama Islam yg telah diatur dalam Al-Quranul Karim yang tertulis dalam Surah Al Ahzab : 59,” kata Rostina saat dihubungi via WA, Sabtu, 1 januari.
Hijab kata dia, salah satu cara Allah melalui Rasulullah utk mengangkat derajat kaum wanita khususnya kaum muslimat. “Dalam ayat tersebut jelas tujuan hijab itu sendiri, agar mereka dihargai dan tidak diganggu,” ucap mantan Kadis PKP ini.
Ia juga menuturkan, even WHD ini merupakan ajang toleransi bagi umat non muslim untuk menghargai perintah tentang pentingnya hijab bagi kaum muslimat. “Saya pikir hari ini non muslim di Amerika sana juga memakai hijab,” tutur dia.
Senada diungkapkan, Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Parepare, Devi Angriany. Devi mengungkapkan, WHD merupakan gerakan yang dibentuk wanita di seluruh dunia untuk meningkatkan solidaritas antar wanita berhijab. “WHD juga gerakan untuk meningkatkan toleransi dalam perbedaan”, singkatnya.(mg2)






