KILASSULAWESI.COM, ENREKANG — Pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desa untuk mencegah dan menangani penyebaran virus korona atau Covid-19, melalui upaya pencegahan dengan mengedukasi masyarakat di wilayahnya. Penegasan itu disampaikan, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid beberapa waktu lalu. “Pemerintah desa dapat melakukan kampanye pola hidup sehat dan bersih,”katanya.
Taufik menambahkan, penggunaan dana dapat disesuaikan dengan tingkat eskalasi yang ada di wilayah. Oleh sebab itu. kepada seluruh jajaran pemerintah desa, kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), dan perangkat desa, bahkan tokoh-tokoh masyarakat. ” Kami mengimbau untuk segera melakukan langkah-langkah persiapan dan antisipasi dengan tetap pedomani instruksi dari gugus tugas yang ada di daerah, sehingga penggunaan dan kebutuhan masyarakat yang sesuai dengan skala yang dialami oleh masyarakat semua,”singkatnya.
Upaya tersebut, kini mulai dilaksanakan disejumlah desa di Kabupaten Enrekang. Seperti yang dilakukan di Desa Malalin, Kecamatan Cendana. Pemdes menggelar berbagai pelatihan yang diikuti warga. Kades Malalin, Sareng Toto SE mengatakan, mereka melaksanakan pelatihan pembuatan antiseptik. Serta pembuatan berbagai jenis jamu dan olahan tanaman yang dapat menangkal virus corona.
Warga dibimbing oleh Pendamping Kecamatan Mansur SE dan Syahrir Mardua Mallapa, serta pemateri dari Pendamping Tenaga Ahli Kabupaten Nurhaji Majid. “Antiseptik dibuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapat disekitar kita” jelasnya. Mereka juga dilatih membuat jamu dan olahan tanaman yang bernilai gizi tinggi, seperti daun kelor, kunyit, jahe, temulawak, daun sirih dan jeruk nipis.
“Gunanya untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Kades.
Selain itu, Pemdes Malalin juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh masyarakat desa. Warga nampak sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan tersebut. “Kita maksimalkan penggunaan dana desa untuk melaksanakan kegiatan ini, dengan harapan lahirnya kesadaran dan keterampilan warga agar virus tidak mudah menjangkiti,”ujarnya, Minggu 29 Maret, kemarin.(*/ade)






