KILASSULAWESI.COM, MAROS – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Maros akhirnya kembali melakukan relokasi atau refocusing anggaran terkait penanganan dan pencegahan musibah wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebesar Rp25,1 Miliar.
Angka tersebut naik setelah Pemda bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maros menggelar rapat terbatas yang membahas anggaran Covid-19 di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Rabu 22 April 2020. Sebelumnya anggaran Covid-19 hanya berkisar Rp13 Miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengungkapkan jika pihaknya sendiri telah fokus dalam pergesaran anggaran yang berada di empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diantaranya, Dinas Kesehatan, RSUD Salewangang, Dinas Sosial dan Badan Pengelola Keuangan dalam menghadapi wabah Covid-19.
“Jadi untuk sementara, yang sekarang ini ada Rp13 Miliar yang sudah ready, inikan ada tambahan sejumlah Rp12 Miliar, jadi total anggaran Rp 25 Miliar. Ini kita alokasikan nanti di mekanisme perubahan,” jelasnya, Rabu 22 April lalu.
Andi Davied yang juga merupakan Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan (TGP2) Covid-19 Maros itu merincikan dari total nilai anggaran sebesar Rp25.171.106.669, anggaran terbesar berada pada uraian Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp10 Miliar yang dikelola langsung oleh TGP2 Covid-19 Maros, dimana sebelum relokasi hanya senilai Rp2 Miliar.
“Untuk rekapan realokasi atau refocusing anggaran terkait Covid-19 di Maros, ada empat uraian inti pengaggaran dan yang terbesar di uraian BTT, sealnjutnya pada Dinkes Rp9,8 Miliar, Bantuan Sosial Rp5 Miliar dan Belanjar Modal untuk RSUD Salewangang Rp621 Juta,” bebernya.
Ia melanjutkan, alokasi anggaran yang bersifat dinamis tersebut diharapkan dapat mencover seluruh kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Maros hingga tuntasnya wabah tersebut, termasuk dalam bantuan kepada masyarakat yang terkena PHK atas dampak wabah.
“Perlu kami sampaikan untuk menetapkan anggaran yang terdampak, kita harus memiliki dasar penganggaran, berapa sih jumlah masyarakat yang terdampak, ini yang perlu pendataan secara selektif, jangan sampai kita menetapkan warga yang tidak layak menerima kita masukan ke daftar yang menerima,” jelas Andi Davied.
“Bansos itu termasuk yang terkena PHK tapi sekarang ini kita mendata secara selektif, sekali lagi kita membaginya tidak semberono. Kita harus mengikuti prosedur-prosedur yang ada, jadi jangan dengan adanya kondisi seperti ini kita terkesan menghamburkan anggaran,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemda Maros, dr. Maryam Haba, menjelaskan pergeseran anggaran yang terdapat di Dinkes dan RSUD Salewangan, dimana kedua instansi itu merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 mengalokasikan anggaran senilai Rp9,8 Miliar yang terbagi dari empat uraian.
“Memang kemarin diawal anggaran kami terkait BMHP dengan obat obatan awalnya 1,9 sekarang anggaran kita ada pergeseran. Totalnya dengan rumah sakit itu sekitar Rp9,8 M,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 26 April 2020.
Maryam melanjutkan, jika rincian alokasi anggaran tersebut mencakupi belanja barang jasa, ada juga belanja modal di Dinkes dan RSUD. Karena terkait barang jasa di RSUD sendiri itu ada di pada Dinas, kecuali yang di RS sendiri itu adalah cuman belanja modal, itupun sedikit.
“Untuk uraiannya itu seperti belanja barang dan jasa sebesar Rp6,7 Miliar, belanja modal sebesar Rp1,1 Miliar, belanja intensif tenaga kesehatan sebesar Rp2 Miliar dan terakhir pada RSUD Salewangang itu ada belanja modal sebesar Rp621 Juta,” tambahnya.
Ia juga tidak berhentinya mengimbau masyarakat agar selalu menjalankan prtokoler kesehatan ketika hendak keluar dari rumah, meski alangkah bagusnya ketika melakukan aktifitas kita di rumah saja. Hal itu untuk ikut memutuskan matarantai penyebaran Covid-19 yang dapat menjangkit siapa saja.
“Kami berharap, mudah-mudahan kasus tidak bertambah terkait APD itu kalau kasusnya begini-begini Insya Allah ini semua tidak terpakai, kita berharap dengan kerjasama masyarakat agar jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Insya Allah kita bisa tekan lebih cepat, memutuskan matarantai Covid-19,” imbaunya. “Semoga waktunya pendek, kalau masyarakat kita tidak disiplin waktunya akan panjang,” tutupnya.(tip)






