PAREPARE, KILASSULAWESI– Semarak dan dukungan serta sambutan antusias peserta nonton bareng yang digelar, Ketua TKD Prabowo-Gibran yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Parepare, H Surianto begitu terasa setelah Calon Presiden dukungannya, Prabowo Subianto menjanjikan akan menaikkan gaji guru, honorer, hingga TNI/Polri jika terpilih sebagai Presiden 2024–2029.
Prabowo mengatakan, peningkatan gaji tersebut dilakukan agar kualitas hidup guru, honorer, hingga TNI/Polri menjadi lebih baik. “Kita harus memperbaiki gaji guru, termasuk gaji honorer, meningkatkan kompetensi guru,kita harus memberi pelatihan-pelatihan, penataran-penataran, dan juga seluruh penyelenggara negara ASN, TNI, Polri,” ungkap Prabowo, malam ini dalam debat kelima capres, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat
Prabowo menuturkan bahwa dengan adanya perbaikan gaji tersebut, maka hal itu akan berdampak pada pelayanan ke masyarakat. “Kita perbaiki gajinya sehingga kualitas hidup mereka akan baik, sehingga mereka bsia memberi pelayanan kepada rakyat dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Menengok dokumen visi, misi, program Prabowo-Gibran, pasangan calon (paslon) nomor urut dua ini akan melakukan pelayanan publik yang baik akan terlaksana bila aparatur sipil negara (ASN) terutama guru, dosen, dan tenaga kesehatan (nakes), tentara nasional Indonesia (TNI), kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan pejabat negara berada dalam kondisi sejahtera.
Keduanya menilai pendapatan guru hingga TNI/Polri perlu ditingkatkan secara layak. Menurutnya, kebijakan penggajian diarahkan pada upah minimum provinsi (UMP) dengan rentang gaji tertinggi mengacu pada jabatan profesional, meski pelaksanaan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan negara.
“Tentu saja kesehatan menjadi yang pertama. Preventif adalah sesuatu yang paling bagus. Olahraga, makan sehat, dan itu akan membantu ke dalam politik kesehatan kita,” katanya.
Tak hanya itu, lanjutnya, akan ada program 1 Desa, 1 Fasilitas Kesehatan, 1 Tenaga Kesehatan. Dengan begitu, Ganjar yakin masyarakat paling pelosok pun tetap mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang layak. “Kalau itu semua sudah baik, maka pendidikan dan kebudayaan mesti kita bangun bersama-sama,” ungkapnya.
Ganjar menjelaskan, akses pendidikan harus lebih inklusif, kurikulum menyesuaikan zaman, fasilitas mempuni, hingga nasib guru dan dosen terjamin kesejahteraan dan kemampuannya. Terkait budaya, dia menekankan pentingnya budi pekerti yang baik, sopan, dan toleran. Di samping itu, Ganjar merasa untuk menjadi manusia yang lengkap perlu adanya akses informasi yang baik.
Berbeda halnya dengan Capres koalisi perubahan, Anies Baswedan menanggapi tanggapan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, dimana negara tidak boleh pelit terhadap guru, dosen dan pendidik.
Anies menilai bahwa pengeluaran di bidang pendidikan jangan dipandang sebagai cost atau beban, tapi pandanglah sebagai investasi. “Karena itu negara jangan pelit kalau bicara tentang investasi di bidang pendidikan, dan jangan pelit kalau sama guru,” kata Anies.
Anies pun mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan keadilan bagi para pendidik agar mereka bisa konsentrasi. Anies bercerita saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dimana saat itu dirinya memberikan guru pendidkan usia dini (Paud) dana hibah dan memberikan guru bantuan. “Semua guru dan dosen di Jakarta bebas PBB rumahnya. Sebagai apa? sebagai penghargaan dari negara untuk mereka,” ujarnya.
Kemudian eks Menteri Pendidikan ini kembali menegaskan bahwa biaya untuk bidang pendidikan jangan dipandang sebagai beban tapi sebagi investasi bagi anak bangsa kedepannya. “Jadi kita berikan dukungan kepada guru dalam artian status, dosen juga begitu, kemudian penghasilannya dan kehormatannya. Pandang ini sebagai investasi untuk Indonesia menjadi negeri yang tercerdaskan,” ucap Anies.(*)






