Kepala Kantor Kemenag Barru Hadiri Launching Kota Wakaf di Wajo

WAJO, KILASSULAWESI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Barru, turut hadir menyaksikan momen penting dalam launching kota wakaf di Kabupaten Wajo. Acara ini berlangsung diiringi laporan dari Direktur Zawaf, Prof. Dr. Waryono M.Ag, yang memaparkan sejumlah capaian terkait zakat dan wakaf.

Prof. Dr. Waryono M.Ag, melaporkan bahwa saat ini terdapat 118 kelompok zakat dan 198 KUA pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, terdapat 13 program inkubasi wakaf produktif, dengan 6 di antaranya terpilih menjadi kota wakaf.

Bacaan Lainnya

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 300 program terkait zakat dan wakaf yang bertujuan untuk mensejahterakan, mencerdaskan, dan merefleksikan masyarakat dengan memberdayakan pihak terkait termasuk perbankan.

Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar, MA, dalam arahannya menyampaikan pentingnya wakaf sebagai pundi-pundi dana umat yang berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa wakaf memiliki dimensi yang luas dan lebih fleksibel penggunaannya dibanding zakat.

“Wakaf adalah harta yang ditahan agar pahalanya terus mengalir. Wakaf bisa berasal dari pribadi, organisasi, alumni, swasta, maupun negara,” jelasnya.

Prof. Nazaruddin juga mengajak masyarakat untuk mempopulerkan wakaf serta melaksanakan ajaran Islam dengan bijak, tanpa menjadi provokator. “Orang Wajo tidak mengecewakan daerahnya. Siang ini, Menag melaunching Wajo sebagai kota wakaf,” tambahnya.

Wajo sebagai Kota Wakaf

Dengan peluncuran kota wakaf ini, Wajo diharapkan bisa menjadi contoh dalam pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Program-program zakat dan wakaf ini tidak hanya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat secara materi, tetapi juga untuk mencerdaskan dan memperdalam nilai-nilai religius di masyarakat.

Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum historikal bagi Kabupaten Wajo dalam mengembangkan potensi wakaf dan zakat demi kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat.(*)

Pos terkait