PAREPARE– Kejaksaan kembali melakukan mutasi sejumlah pejabat struktural di wilayah Sulawesi Selatan. Enam nama tercatat dalam Surat Keputusan terbaru, yakni Indraswaty, S.H., M.H, Andi Unru, S.H., M.H, Dr. Sukarno, S.H., M.H, Abdurrahim, S.H, Aswar, S.H., M.H, dan Syaiful Anwar, S.H., M.H.
Sebelumnya, mereka menduduki posisi strategis di berbagai daerah, di antaranya Indraswaty sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bone. Andi Unru sebagai Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros, Sukarno sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset Kejari Tana Toraja, Abdurrahim sebagai Kepala Subbagian Pembinaan Kejari Pinrang, Aswar sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Konawe dan Syaiful Anwar sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset Kejari Purbalingga.
Kini, keenamnya dipercaya mengemban amanah di Kejaksaan Negeri Parepare, dengan jabatan sebagai Kepala Subbagian Pembinaan, Kepala Seksi Intelijen, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara dan Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti.

Pejabat Sebelumnya
Adapun pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan di Kejari Parepare kini mendapat penugasan baru, di antaranya Ilham, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Perdata pada Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sulsel, Musrin Age, S.H., M.H. sebagai Kepala Subbidang Manajemen Pengelolaan Aset pada Asisten Bidang Pemulihan Aset Kejati Sulbar
Selanjutnya, Baso Sutrianti S, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi V pada Asisten Bidang Intelijen Kejati Sulbar, Sugiharto, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi D pada Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Sulbar, Riswana, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Mamuju
dan Andy Malo Manurung, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi IV pada Asisten Bidang Intelijen Kejati Papua Barat.
Dalam pengambilan sumpah jabatan, Kajari Parepare, Darfiah, S.H., M.H., menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari dinamika organisasi dan penguatan institusi.
“Jabatan adalah amanah. Kepercayaan pimpinan harus dijawab dengan kerja nyata, profesional, dan berintegritas. Saya berharap pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja yang jelas, berpegang pada peraturan perundang-undangan, serta memberikan kontribusi positif bagi institusi dan masyarakat luas,” ujar Darfiah.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan penegakan hukum ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan kerja sama, pembinaan, dan pengelolaan organisasi yang baik. Kajari menekankan pentingnya pengendalian perkara, penuntutan, serta eksekusi yang berorientasi pada rasa keadilan masyarakat.
“Mari kita maksimalkan pengelolaan aset hasil tindak pidana agar bernilai bagi keuangan negara. Semoga pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik, memberikan kontribusi positif, dan senantiasa mendapat petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutupnya.
Mutasi ini sekaligus memperkuat jajaran Kejari Parepare, yang kini menjadi pusat penempatan sejumlah pejabat baru dengan harapan mampu menjawab tantangan penegakan hukum di masa mendatang. (*)






