Hari Anak Nasional di Parepare: Simposium, Penyuluhan, dan Workshop Serentak

PAREPARE– Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kota Parepare berlangsung meriah dengan serangkaian kegiatan edukatif yang digelar secara paralel di lima lokasi berbeda. Acara utama dipusatkan di Auditorium BJ Habibie, Senin pagi, dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah.

Ketua Panitia, dr. Andi Rismawaty, Sp.A, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema peringatan kali ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menjadi komitmen bersama untuk melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Parepare, Tim Penggerak PKK, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan diantaranya:

– Simposium Auditorium BJ Habibie
Diikuti 250 peserta dari kalangan perawat, bidan, dan dokter umum se-Ajatappareng (Parepare, Sidrap, Pinrang, Barru).

– Penyuluhan & Workshop RSUD Andi Makkasau. Penyuluhan Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat umum, serta workshop tenaga kesehatan dengan 30 peserta.

– Workshop RSUD Hasri Ainun Habibie. Dua sesi workshop diikuti 80 tenaga kesehatan dari Barru, Sidrap, dan Pinrang.

– Penyuluhan Puskesmas Lakessi & Lapadde. Edukasi Demam Berdarah Dengue bagi masyarakat umum.

Acara dihadiri jajaran pejabat dan tokoh penting, antara lain Wali Kota Parepare bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare. MWakil Wali Kota Parepare bersama Ketua I Tim Penggerak PKK. Ketua IDAI Sulsel, Dr. dr. H. Idham Jaya Ganda, Sp.A (K), beserta jajaran. Forkopimda Parepare. Sekretaris Daerah Parepare bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan. Kepala OPD Parepare.Ketua IDI Parepare. Ketua Organisasi Profesi Parepare dan para profesor, senior tenaga medis, sejawat dokter, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Tasming Hamid menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga perundungan.

“Perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah,” tegas Tasming.

Ia menambahkan, Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak atas kehidupan, tumbuh kembang, partisipasi, serta perlindungan sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Tema tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi berharga yang harus dihormati, didengar pendapatnya, serta dipandang sebagai subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.

Menariknya, dr. Andi Rismawaty menutup sambutannya dengan pantun khas Parepare “Pantai indah Kota Parepare, Ombak berbisik menyapa pagi. Lindungi anak sepenuh jiwa, Agar tumbuh menjadi berbakti. Kelapa tumbuh di tepi pantai, Buahnya manis jadi kebanggaan.Terima kasih hadirin sekalian, Semoga anak sehat sepanjang zaman.”

 

Pos terkait