Hari Anak Nasional di Parepare: Simposium, Penyuluhan, dan Workshop Serentak

Wali Kota Parepare Tasming Hamid bersama Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Idham Jaya Ganda, Sp.A (K), dan tim dalam rangkaian Hari Anak Nasional

PAREPARE– Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kota Parepare berlangsung meriah dengan serangkaian kegiatan edukatif yang digelar secara paralel di lima lokasi berbeda. Acara utama dipusatkan di Auditorium BJ Habibie, Sabtu, 1 Agustus 2026 pagi, dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah.

Ketua Panitia, dr. Andi Rismawaty, Sp.A, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema peringatan kali ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menjadi komitmen bersama untuk melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Parepare, Tim Penggerak PKK, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Idham Jaya Ganda, Sp.A (K), menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan moral bagi seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk memperkuat perlindungan anak dari ancaman penyakit maupun kekerasan sosial.

Menurut Idham, anak-anak adalah kelompok paling rentan yang membutuhkan perhatian ekstra, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental. Ia menekankan pentingnya pencegahan penyakit menular, edukasi gizi seimbang, serta perlindungan psikososial agar anak-anak dapat tumbuh optimal.

“Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga aset berharga yang harus dijaga kesehatannya, dilindungi hak-haknya, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai potensi mereka,” ujar Idham.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan dalam peringatan HAN di Parepare, mulai dari pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, hingga masyarakat umum. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi model yang bisa ditiru daerah lain dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang komprehensif.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan diantaranya:

– Simposium Auditorium BJ Habibie
Diikuti 250 peserta dari kalangan perawat, bidan, dan dokter umum se-Ajatappareng (Parepare, Sidrap, Pinrang, Barru).

– Penyuluhan & Workshop RSUD Andi Makkasau. Penyuluhan Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat umum, serta workshop tenaga kesehatan dengan 30 peserta.

– Workshop RSUD Hasri Ainun Habibie. Dua sesi workshop diikuti 80 tenaga kesehatan dari Barru, Sidrap, dan Pinrang.

– Penyuluhan Puskesmas Lakessi & Lapadde. Edukasi Demam Berdarah Dengue bagi masyarakat umum.

Ketua IDI Parepare, dr. Hj. Nurhamidar Aslan, Sp.OG, menegaskan bahwa soliditas tenaga medis, dokter dan perawat menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Soliditas tenaga medis adalah kunci. Dokter dan perawat harus berjalan beriringan, saling mendukung, dan berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik. Dengan kebersamaan, kita bisa menjawab tantangan kesehatan anak, mulai dari pencegahan penyakit, penanganan darurat, hingga edukasi masyarakat,” kata Nurhamidar.

dr Nurhamidar dan tim

Ia menekankan bahwa momentum HAN harus dijadikan titik tolak memperkuat jejaring kolaborasi tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat.

Acara dihadiri jajaran pejabat dan tokoh penting, antara lain Wali Kota Parepare bersama Ketua I Tim Penggerak PKK. Ketua IDAI Sulsel, Dr. dr. H. Idham Jaya Ganda, Sp.A (K), beserta jajaran. Forkopimda dan jajaran pimpinan OPD Parepare. Ketua IDI Parepare. Ketua Organisasi Profesi Parepare dan para profesor, senior tenaga medis, sejawat dokter, serta tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, Wali Kota Parepare Tasming Hamid menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga perundungan.

Kepala Puskesmas Lapadde saat menerima cinderamata

“Perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah,” tegas Tasming.

Ia menambahkan, Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak atas kehidupan, tumbuh kembang, partisipasi, serta perlindungan sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Tema tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi berharga yang harus dihormati, didengar pendapatnya, serta dipandang sebagai subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.

Tim penyuluhan PKM Lakessi koordinir dr Nurfadilla,Sp A

Menariknya, dr. Andi Rismawaty menutup sambutannya dengan pantun khas Parepare “Pantai indah Kota Parepare, Ombak berbisik menyapa pagi. Lindungi anak sepenuh jiwa, Agar tumbuh menjadi berbakti. Kelapa tumbuh di tepi pantai, Buahnya manis jadi kebanggaan.Terima kasih hadirin sekalian, Semoga anak sehat sepanjang zaman.”

Tim workshop RS Andi Makkasau koordinir dr.dian,SpA
Tim workshop RS Hasri Ainun dikoordinir dr Andi Risko,SpA

 

Pos terkait