KILASSULAWESI.COM, PAREPARE– Diduga karena padatnya agenda DPRD Parepare, kondisi kesehatan Ketua DPRD Parepare menurun. Hingga dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Ia pun dirawat di ruang isolasi RS A Makkasau Parepare.
Wakil Ketua DPRD Papare, Rahmat Sjamsu Alam mengatakan, gejala telah ditunjukkan Ketua DPRD sekira dua pekan lalu. Saat pembahasan APBD.
Padatnya agenda rapat, kata Rahmat, mengejar batas waktu pengesahan. Hal itu diduga memicu menurunnya kondisi kesehatan Ketua DPRD Parepare.
“Mungkin karena rapat yang terus digenjot sehingga kondisinya tidak stabil, sehingga kesehatannya menurun,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu, 25 November, kemarin.
Setelah legislator Golkar itu dikonfirmasi positif Covid-19, Tim Gugus Penanganan dan Pengawasan Covid-19 Parepare melakukan upaya memutus mata rantai virus. Selain penyemprotan desinfektan di seluruh area kantor DPRD, juga rapid test pada semua anggota DPRD.
Rahmat mengemukakan, dari hasil rapid test, ada beberapa yang menunjukkan gejala, seperti suhu tubuh yang tinggi. Namun, dari tiga yang bergejala, hanya satu yang hasil rapidnya reaktif.
“Banyak upaya yang kami lakukan demi memutus mata rantai Covid-19 dalam lingkup DPRD. Rapid yang dilakukan rutin sebulan sekali, juga menyasar keluarga anggota DPRD. Jika ada yang reaktif, langsung kita sarankan melakukan isolasi mandiri (isman),” papar legislator Demokrat ini.
Sementara, Direktur RSUD Andi Makkasau, Renny Angraeny menyatakan, pihaknya sudah melakukan tracking yang pernah melakukan kontak langsung dengan Andi Nurhatina.
“Yang bersangkutan memiliki banyak aktivitas, sempat memimpin rapat paripurna dan rapat Banggar sebelum merasa tidak enak badan,” ujar Renny. (mat/C)






