PANGKEP, KILASSULAWESI– Mantan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H Syamsuddin A Hamid akhirnya angkat bicara terkait sistem pemerintahan didaerah yang dipimpinnya selama dua periode. Memang harus diberi vitamin kritik dan saran, terutama dengan berbagai informasi terkait tata kelola pemerintahan saat ini.
Pak Syam sapaan akrab Syamsuddin A Hamid pun meminta Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) yang tak lain ponakannya untuk segera mengevaluasi kinerja pejabatnya. Utamanya, kata Pak Syam, yang cuma bisa mengusulkan tapi tidak mampu mengimplementasikannya secara langsung. “Pejabatnya perlu diberikan perhatian, apa lagi yang cuma bisa bilang bagus puang,”katanya, Jumat, 10 Maret, sore.
Semua ini penting dilakukan untuk tujuan penyegaran. Selain itu, untuk menjalankan metode motivasi reward dan punishment dan merit system pada Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Pangkep. Ia pun mengingatkan, salah satu hal yang paling penting adalah tentang anggaran. Dari sini semua persoalan ditentukan. “Bupati harus berani melakukan efesiensi dan penyisiran anggaran. Anggaran belanja daerah yang bersifat pemborosan wajib dipangkas,” tegasnnya.
Ditambahkannya, kunci adanya kritikan itu ada di tangan bupati dalam membuat kebijakan, maka wajib melibatkan masyarakat. “Dengarkan suara masyarakat, bukan suara para pembisik. Jadikanlah pembangunan di Kabupaten Pangkep sesuai dengan program dunia, yakni Sustainable Development Goals (SDG’s) atau tujuan pembangunan berkelanjutan,”tutupnya.
Seperti diketahui, beberapa hari terakhir berbagai kritikan terkait pengelolaan pemerintah berhembus. Mulai dari perjalanan dinas hingga pembayaran honor tenaga harian lepas.(*)






