Kelangkaan LPG 3 Kg, Ketua DPRD Parepare: Perketat Pengawasan dan Tambah Kuota

Ist. Tabung LPG 3 Kg kosong

PAREPARE, KILASSULAWESI– Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg kembali dirasakan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha. Lalu lalang warga ke pangkalan gas terlihat ramai dalam satu Minggu terakhir.

Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dengan terjadinya situasi itu. Maka, Kaharuddin meminta agar Pertamina menambah kuota gas melon bagi warga Parepare.

Bacaan Lainnya

“Kondisi ini diperparah dengan adanya kepanikan warga, karena kesannya masyarakat kalau panik, kebutuhan cuma 2 dibeli 3 inilah terkadang jatahnya orang lain yang diambil,” ujar legislator partai Golkar itu, Rabu, 21 Juni 2023.

Selain panik, kata Kaharuddin, pengawasan oleh Dinas Perdagangan juga harus dilakukan. Termasuk pihak Pertamina menambah kuota mengingat kebutuhan gas jelang hari raya yang meningkat. “Fenomena ini sudah sering terjadi saat jelang hari raya, jadi Pertamina sudah tentu tahu kebutuhan masyarakat yang meningkat setiap hari raya,” katanya.

Meski demikian, Kaharuddin Kadir mengaku kuota gas setiap hari mencukupi, tapi kenyataannya dilapangan tidak, dikarenakan adanya penyalahgunaan. “Kuota Parepare mungkin cukup, hanya biasa dibawa ke daerah lain sebab Parepare ini dikelilingi daerah pertanian. Sebab gas melon ini biasa digunakan untuk pertanian sehingga jatah masyarakat kita dicurigai digunakan oleh orang dari luar,” paparnya.

Kaharuddin mengimbau kepada pihak pangkalan juga tertib dalam penyaluran gas agar semua warga terlayani dengan baik. “Kalau semua tertib dalam penyaluran terutama agen dan pangkalan, pasti tidak akan terjadi kelangkaan, sebab mereka tahu siapa penggunanya ini,” tandasnya.

Pertamina

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw mengaku sering melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum yang melakukan praktik penggunaan elpiji subsidi 3 kg diluar dari peruntukan. “Seharusnya masyarakat berhak itu prioritas ada lookbook monitoring harus dicatat setiap pangkalan,” katanya.

Ia mengaku, khusus wilayah Parepare terdapat empat agen existing dengan 380 pangkalan. Sementara untuk kuota harian mencapai 6.800 – 7.300 tabung perhari. “Secara rasio itu seharusnya cukup yakni 4,5 tabung per KK perbulan dan ini bisa mengcover karena perhitungan diluar dari tabung 5 kg dan 12 kg,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila ada pangkalan yang menjual elpiji diatas harga eceran tertinggi yang telah ditentukan, serta meminta warga untuk tidak panik buying, serta mengimbau masyarakat mampu untuk menggunakan elpiji non subsidi.

“Kalau terkait penambahan kuota itu kita akan evaluasi, koordinasi dengan pemerintah dalam hal ini BPH migas dan kementerian ESDM karena kuota sudah dialokasikan, artinya kalau over harus ada persetujuan berbagai pihak karena ini sifatnya subsidi,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *