MAKASSAR, KILASSULAWESI– Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi telah menutup masa pendaftaran bakal calon kepala daerah, Kamis, 29 Agustus 2024, kemarin. Dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Sulawesi Selatan (Sulsel) sebanyak 68 bakal pasangan calon (bapaslon) telah mendaftarkan diri di KPU untuk pilkada kabupaten dan kota.
Sementara, pada Pilgub Sulsel diikuti dua bakal pasangan calon. Setelah tahapan pendaftaran selesai, masih ada beberapa rangkaian dilalui menuju pemungutan suara. Anggota KPU Sulsel Adi Wijaya, mengatakan setelah pendaftaran masih ada beberapa tahapan yang mesti dilalui. “Saat ini tahapan yang sedang berjalan adalah pemeriksaan kesehatan yang berjalan selama 27 Agustus-2 September 2024,” ucapnya, kemarin.
Adi Wijaya mengatakan, tahapan lain yang sementara berjalan adalah penelitian persyaratan administrasi calon. ” Untuk tentang waktunya yakni 29 Agustus-4 September,” katanya.
Tahapan selanjutnya adalah pemberitahuan hasil penelitian persyaratan administrasi calon oleh KPU provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. ” Untuk rentang waktunya yaitu 6-8 September,” ujarnya.
Pengamat Kepemiluan Universitas Hasanuddin (Unhas), Endang Sari mengatakan, untuk menciptakan pilkada damai hal yang paling penting adalah netralitas penyelenggara. ” Namanya penyelenggara tentu dalam hal ini penyelenggaran itu harus menjadi wasit yang netral,” katanya.
Endang mengatakan, penyelenggara tidak boleh menunjukkan keberpihakan terhadap satu kandidat. Semua kandidat harus diperlakukan sama dan selanjutnya tidak boleh ada perbedaan terhadap pelaksanaan tahapan yang dijalankan kepada kandidat. “Jadi perlakuan terhadap seluruh kandidat diberikan seadil mungkin,” tuturnya.
Cara kedua adalah prinsip transparansi, setiap tahapan yang dilaksanakan itu wajib untuk dilakukan oleh KPU. Sehingga dalam hal ini tidak ada stigma negatif yang muncul di publik. Karena kerja KPU harusnya selalu memenuhi hak publik untuk tahu apa yang menjadi tahapan yang sementara berjalan. “Jadi KPU wajib untuk menyebarkan seluasluasnya setiap tahapan pilkada yang sedang diselenggarakan,” terangnya.
Kemudian yang ketiga, KPU harus menunjukkan kepada publik independensi dan kemandirian dari lembaga KPU sebagai penyelenggara pemilu. Tidak boleh keliatan bahwa KPU diintervensi oleh lembaga lain yang kemudian bisa berpengaruh terhadap kerja mereka. ” Karena memang amanah regulasi adalah KPU dihadirkan ke tengah-tengah publik untuk menyelenggarakan pemilu itu untuk menjadi lembaga yang mandiri dan independen,” tuturnya.
KPU juga wajib profesional dalam setiap tahapan yang diselenggarakan, pelibatan publik, transparansi, bagaimana sosialisasi dan penyebaran informasi serta tertib administrasi.
“Jadi segala penyelenggara pemilu dan pilkada yang digelar oleh KPU tidak boleh menjadi gawaian dari KPU atau Bawaslu saja, publik wajib tahu apa yang saat ini sedang berlangsung di KPU,” tutupnya. (*)
Daftar Bapaslon ke KPU di Pilkada Serentak 2024 di Sulawesi Selatan:
A. Pilgub Sulsel
1. Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi
2. Mohammad Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad
B. Pilbup/Pilwalkot
1. Kota Makassar
1. Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika
2. Indira Yusuf Ismail – Ilham Fauzi Amir Uskara
3. Andi Seto Asapa – Rezki Mulfiati
4. Amri Arsyid-Rahman Bando
2. Kabupaten Maros
1. Chaidir Syam – Suhartini Bohari
2. *(Lawan kotak kosong)*
3. Kabupaten Pangkep
1. Muhammad Yusran Lalogau – Rahman Asegaf
2. Andi Nusawarta – Sofyan Razak
3. Andi Muh Khairul Akbar – Amiruddin Tahir
4. Kabupaten Barru
1. Ulfa – Mudassir
2. Andi Ina Kartika Sari – Abustan
3. Muh Aras – Aska Mappe
5. Kota Parepare
1. Tasming Hamid – Hermanto
2. Erna Rasyid – Rahmat SA
3. Muh Zaini – Bahtiar Tijjang
4. Andi Nurhaldin Halid – Taqiyuddin Jabbar
6. Kabupaten Sidrap
1. Saharuddin Alrif – Nurkanaah
2. Yusuf Dolla Mando – Muh Datariansyah
3. H.Mashur – Muh. Nasiyanto
7. Kabupaten Pinrang
1. Ahmad Jaya Baramuli – Abdillah Natsir
2. Andi Irwan Hamid – Sudirman Bungi
3. Usman Marham – Andi Hastri Wello
8. Kabupaten Wajo
1. Andi Rosman – dr Baso Rahmanuddin
2. Amran Mahmud – Amran
9. Kabupaten Soppeng
1. Andi Mapparemma – Adawiyah
2. Suwardi Haseng – Selle KS Dalle
10. Kabupaten Bone
1. Andi Asman Sulaiman – Andi Akmal Pasalauddin
2. Andi Islamuddin – Andi Irwandi Natsir
3. Andi Rio Padjalangi – Amir Mahmud
11 Kabupaten Sinjai
1. Muzayyin Arif – Andi Ikhsan Hamid
2. Andi Kartini Ottong – Muzakkir
3. Ratnawati Arif – Andi Mahyanto Mazda
4. Nursanti – Lukman
12. Kabupaten Bulukumba
1. Muchtar Ali Yusuf – Edy Manaf
2. Jamaluddin Syamsir – Tomy Satria
13. Kabupaten Selayar
1. Abd Rahman Masriat – Dg Marowa
2. Ady Ansar – Suwadi
3. Muh Natsir Ali – Muhtar
14. Kabupaten Bantaeng
1. Fauzi Nurdin Abdullah – Sahabuddin
2. Ilham Azikin Soltan – Kanita Kahfi
15. Kabupaten Jeneponto
1. Paris Yasir – Islam Iskandar
2. Efendi Al Qadri Mulyadi – Andri Arief Bulu
3. M Sarif – Nur Alim Qalby
4. Syamsuddin Karlos – Syarifuddin Natsir
16. Kabupaten Takalar
1. Firdaus Dg Manye – Hengky Yasin
2. Syamsari Kitta – Natsir Ibrahim
17. Kabupaten Gowa
1. Husniah Talenrang – Darmawansyah Muin
2. Amir Uskara – Irmawati Haeruddin
18. Kabupaten Enrekang
1. Yusuf Ritangga – Andi Liwang
2. Mitra Fakhruddin – Mahuddin
3. Muh Irpan – Deswanto
19. Kabupaten Tana Toraja
1. Zadraq Tombeg – Erianto Laso’
2. Victor DB – John Diplomasi
20. Kabupaten Toraja Utara
1. Yohanis Bassang – Marthen Rantetondok
2. Frederick V Palimbong – Andrew Branch Silambi
21. Kabupaten Luwu
1. Agussalim – Erwin Barabba
2. Patahuddin – Dhevy Bijak
3. Arham Basmin – Rahmat
22. Kabupaten Luwu Timur
1. Budiman – Akbar
2. Irwan Bahri Syam – Puspa
3. Asrullah – Isman Sadiq
23. Kabupaten Luwu Utara
1. Andi Abdullah Rahim – Jumail Mappaile
2. Suaib Mansur – Triyono Kusnan
3. Muhammad Fauzi – Ajie Saputra
4. Arsyad Kasmar – Muh Fajar Jabir
24. Kota Palopo
1. Farid Kasim Judas – Nurhaenih
2. Putri Dakka – Haidir Basir
3. Trisal Tahir – Syarifuddin Daud
4. Rahmat Masri Bandaso – Andi Tenri Karta.(*)






