Bupati Samsul Mahmud Serahkan Bantuan Tahap II Ke Korban Bencana Alam

POLMAN, – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Dalam penyaluran bantuan tahap II tahun 2025, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, di dampingi Kadis Capil Polman Astuti Azwar menyerahkan secara langsung bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana alam di beberapa wilayah Kabupaten Polewali Mandar

Bantuan yang berasal dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tersebut diberikan kepada 7 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di lima kecamatan, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 40 juta.

Bacaan Lainnya

Adapun rincian bantuan sebagai berikut,

Kecamatan Tinambung
Korban kebakaran sebanyak 2 KK, masing-masing menerima Rp10 juta, total Rp 20 juta.

Kecamatan Mapilli Korban angin puting beliung sebanyak 2 KK, masing-masing menerima Rp2,5 juta, total Rp 5 juta.

Kecamatan Tapango
Korban angin puting beliung sebanyak 1 KK menerima Rp2,5 juta.

Kecamatan Tutar
Korban kebakaran sebanyak 1 KK menerima Rp 10 juta.

Kecamatan Binuang
Korban angin puting beliung sebanyak 1 KK menerima Rp2,5 juta.

Penyerahan bantuan dilangsungkan di Aula Kantor BPBD Polewali Mandar Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penyerahan KTP dan Kartu Keluarga (KK) elektronik oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kepada korban kebakaran di Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung.

Dalam sambutannya, Bupati Samsul Mahmud mengajak seluruh masyarakat Polewali Mandar untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan bencana alam yang tidak bisa diprediksi.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah kepada warganya yang tertimpa musibah. Kami harap bantuan ini bisa meringankan beban dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” Ungkap Samsul Mahmud

Senada dengan itu, Plt. Kalaksa BPBD Polman, Faizal Katohidar, turut memberikan motivasi kepada para korban agar tetap tabah dan tidak melihat bantuan dari besar kecilnya nominal.

“Nilai bukan ukuran utama. Yang terpenting adalah perhatian dan upaya bersama untuk bangkit dari musibah. Pemerintah hadir untuk membantu,” ucapnya.

Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Polman dalam memperkuat respon tanggap darurat serta perlindungan sosial bagi korban bencana di wilayahnya.(*)

Pos terkait