PAREPARE — Semangat kemerdekaan tak mengenal batas fisik. Sebanyak 69 peserta disabilitas dari kalangan tuna daksa dan tunarungu menunjukkan semangat juang luar biasa dalam ajang perlombaan olahraga dan permainan rakyat yang digelar di Kota Parepare.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi inspiratif antara National Paralympic Committee (NPC) Kota Parepare yang diketuai Yapet Ali, dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) yang dipimpin Fitri Amir.
Dukungan penuh juga datang dari LSM Lingkar Hijau dan Naora Studio, dengan Dewan Penasehat NPC Parepare, Iqbal Rahim Gani, turut hadir memberikan semangat langsung kepada para peserta.
“Kami ingin menunjukkan bahwa prestasi dan kebahagiaan milik semua orang, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Ini bukan sekadar lomba, tapi panggung inklusi dan solidaritas,” ujar Iqbal Rahim Gani.
Perlombaan dibagi menjadi dua kategori yakni olahraga prestasi dan olahraga rakyat. Untuk cabang prestasi, peserta berlaga di tenis meja, bulu tangkis, dan catur. Sementara itu, suasana penuh tawa dan semangat menghiasi lomba rakyat seperti makan kerupuk, memasukkan kelereng ke dalam botol, dan lari karung.
Puncak kegiatan malam ini, Rabu, 13 Agustus 2025, adalah turnamen tenis meja yang digelar di lapangan PTM Pingpong, Naora Studio. AKP Sukri Abdullah turut hadir menyerahkan hadiah kepada para juara, menandai berakhirnya turnamen dengan penuh kehangatan dan apresiasi. “Mereka bukan hanya bertanding, tapi menginspirasi kita semua tentang arti perjuangan dan kebersamaan,” kata mantan Kapolsek KPN Parepare saat menyerahkan hadiah.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Di tengah gegap gempita perayaan nasional, Parepare memberikan makna baru tentang kemerdekaan, ruang yang setara bagi semua warga untuk berprestasi, bergembira, dan dihargai.(*)






