POLMAN, — Meski tengah dilanda kisruh internal di tingkat pusat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di berbagai wilayah memastikan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) tetap akan berjalan sesuai jadwal.
Sejumlah pengurus daerah menegaskan bahwa dinamika politik di tingkat DPP tidak akan mengganggu konsolidasi organisasi di daerah. Sekertaris DPD Partai Golkar Kabupaten Polman Fariduddin Wahid mengatakan bahwa Musda adalah bagian dari mekanisme rutin partai yang telah diatur dalam AD/ART, dan harus tetap dilaksanakan untuk menjaga soliditas partai.
“Kami menghormati dinamika di pusat, namun di daerah kami tetap fokus menjalankan agenda konsolidasi, termasuk pelaksanaan Musda yang rencananya akan digelar antara Agustus atau September 2025 mendatang sebab Ini adalah proses demokrasi internal yang sehat,” ujar Fariduddin saat konfirmasi via telepon Jumat 1 Agustus 2025.
Sikap serupa juga disampaikan oleh wakil sekretaris Partai Golkar Sulawesi Barat Irfan Fahri,Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran di Sulbar tetap solid dan tidak terpengaruh oleh isu terkait
“Kami tetap on schedule menyusun jadwal Musda dan seluruh proses berjalan sesuai rencana. Yang penting bagi kami adalah memperkuat mesin partai menjelang Pilkada ,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengamat politik Sulbar Muhammad Sukri menilai bahwa ketegangan di tubuh Golkar Pusat memang bisa berdampak jika tidak segera diselesaikan. Namun, ia juga mengapresiasi kemandirian daerah yang tetap fokus menjalankan agenda partai.
“Partai Golkar punya pengalaman panjang dalam menghadapi dinamika internal. Konsistensi daerah dalam menjalankan Musda justru menunjukkan kedewasaan politik,” ungkapnya.
Diketahui, hingga saat ini DPP Partai Golkar masih menghadapi tekanan dari berbagai faksi terkait isu kepemimpinan dan strategi politik menjelang Pemilu 2029. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari DPP yang membatalkan atau menunda pelaksanaan Musda di tingkat daerah.(*)






